PELETAKKAN BATU PENJURU PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA CHRISTY NATALIA JEMAAT GPM SUMBER KASIH

ADOLOF FARIMAN Berita Sumber Kasih 30 September 2024 707 kali PELETAKKAN BATU PENJURU PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA CHRISTY NATALIA JEMAAT GPM SUMBER KASIH Dokumentasi Kebaktian Peletakkan Batu Penjuru Pembangunan Gedung Gereja Chisty Natalia, oleh Dkn. Veky Noya

JEMAAT GPM SUMBER KASIH, Peletakkan Batu Penjuru Pembangunan Gedung Gereja Christy Natalia

Pada hari minggu, 29 September 2024, berlangsung Kebaktian Peletakkan Batu Penjuru Pembangunan Gedung Gereja Christy Natalia. Moment ini adalah tanda dimulainya Pembangunan sekaligus pergumulan bersama Jemaat GPM Sumber Kasih yang baru berusia satu tahun tujuh bulan.

Hadir pada kesempatan ini, Majelis Pekerja Harian Sinode GPM: Pdt. Ny. L. Bakarbessy/R (Wakil Ketua 1) sekaligus memimpin kebaktian dan peletakkan batu pertama, Ketua Klasis GPM Pulau Ambon: Pdt. A. Baersaby, Penjabat Walikota Ambon: Dominggus Kaya, S. Sos, M.Si, Calon Gubernur Maluku: Hendrik Leweriss, S.H, LL.M, Calon Wakil Gubernur: DR. Michael Wattimena, SE, MM,  Calon Wakil Walikota: Elly Toisuta, S. Sos dan beberapa tamu undangan lainnya.

Dalam khotbahnya yang dibingkai dengan tema: Dokumen Sejarah Menyelamatkan Hidup, dan didasari pada kitab Ester 6 : 1 - 14, Pdt. Ny. L. Bakarbessy mengungkapkan bahwa : ada kaitan antara tema mingguan, teks bacaan dengan kebaktian hari ini, yakni semua yang terjadi akan dicatat dan yang dicatat yang ada di dalam dokumen adalah kebenaran yang diwariskan dari leluhur. Ada yang baik tapi ada juga yang tidak baik. Bila yang diwariskan baik maka kita akan bangga. Sebaliknya, yang tidak baik akan menjadi beban masa lalu. Lebih lanjut Pdt. Ny. L. Bakarbessy menekankan bahwa kitab Ester adalah sebuah catatan sejarah tentang bangsa Israel yang hampir dimusnahkan karena iri hati dan benci, juga sebuah sejarah iman, yaitu bahwa ditengah kondisi seperti itu Tuhan selalu ada dan Tuhan menjadi sutradara untuk mengembalikan keadaan. Menurut Pdt. Ny. L. Bakarbessy, ada empat hal penting yang perlu direnungkan pada moment peletakkan batu penjuru ini, yaitu : 1). Tuhan akan menentang orang-orang yang congkak, yang selalu merencanakan kejahatan seperti Haman. 2) Dalam situasi sulit, Allah akan pakai orang-orang tertentu untuk menjaga keberlanjutan hidup. Allah bertindak dengan caraNya untuk menunjukkan bahwa sapa biking bae dapa bae. Juga sebaliknya. 3) Sering kebaikan kita yang kecil dipakai Tuhan untuk rencanaNya yang besar, misalnya kebaikan kecil Mordekhai menyelamatkannya dan bangsanya. Karena itu, tersulah berbuat baik walau kadang kebaikan dilupakan tapi Allah di sorga catat sejarah kehdupan kita. 4). Yang terjadi dalam sejarah penyelamatan manusia adalah karya Allah. Allah membuat raja tidak bisa tidur dan karna itu raja mengambil catatan sejarah untuk dibaca hingga raja menemukan kebaikan Mordekhai. Ini mengisyaratkan bahwa tindakan Tuhan dalam otoritas Tuhan melampaui akal manusia maka dalam kondisi apapun kita, jangan takut, teruslah berbuat baik, tekun berdoa dan berharap padaNya keran Tuhan penjaga kehidupan kita. Jangan andalkan apapun atau siapapun karena Allah jauh lebih besar dari apapun dan siapapun. Oleh karena itu, yang perlu dinggat adalah bahwa Kita adalah satu tubuh Kristus yang tidak harus iri hati, tetapi lakukanlah hal baik.  Tuhan itu lebih besar dari apapun dan siapapun maka bergumullah sebab dengan bergumul kebaikanNya akan terus terjadi. Peletkkan batu penjuru ini akan menjadi sejarah di jemaat ini maka kita mesti bersyukur karena kita dipilih Tuhan jadi pelaku sejarah yang akan terus dicatat dan diingat. Walau jemaat ini baru mekar 1 tahun 7 bulan tapi bisa lakukan hal besar di tengah kondisi global yang tidak menentu, jauh dari prediksi, tapi Tuhan melayakkan dan memampukan.

Setelah kebaktian di gedung gereja, acara dilanjutkan di lokasi pembangunan dengan agenda pelelangan tiang. Mengawali acara pelelangan, Ketua Panitia: Bapa Edi Tuhumury, menyampaikan Laporan Panitia. Dalam Laporannya, Bapa Edi mengajak semua orang untuk bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan bagi kita untuk berperan dalam sejarah beriman khususnya dalam pembangunan rumah Tuhan ini. Bahwa di dalam sejarah itu, sejak dimekarkan dari jemaat GPM Rehoboth pada tanggal 26 Februari 2024, jemaat Sumber Kasih terus bertumbuh dan menyikapi pertumbuhan itu dengan memperluas gedung gereja Christy Natalia karena tidak dapat menampung 200 orang warga jemaat yang selalu hadir dalam setiap kebaktian sehingga sebagian harus duduk pada ruas jalan yang sangat mengganggu arus lalu lintas dari dan ke beberapa wilayah sekitar. Inilah yang menjadi alasan dibentuknya panitia untuk pembangunan gedung gereja Christy, yang digumuli dan direkomedasikan pada  sidang ke-50 Jemaat GPM Rehoboth tahun 2023 maupun Keputusan Majelis Jemaat GPM Sumber Kasih dengan Surat Keputusan 15/D.14/SK/KPA-JSK/2023.

Selain itu, dalam arahnnya, Pdt. Ny. L. Bakarbessy atas nama pimpinan gereja menyampaikan apresiasi kepada Penjabat Walikota dan seluruh undangan nyang hadir sambil juga mengajak semua orang untuk memuji Tuhan dan bersyukur atas moment ini. Bahwa dari sisi teologi, moment peletkkan ini merupakan ikatan janji iman jemaat dengan Tuhan yang hari ini berkomitmen untuk jalan bersama dan rasa tanggungjawwab bersama untuk memulai sampai mengakhiri. Karena itu seluruh potensi jemaat hendaknya dilibatkan untuk masuk dalam tanggungjawab pembangunan ini. Dan, tetap percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan. Sebab bila merujuk pada Hagai 2 : 16 - 20, maka mulai sekarang ini, janji Tuhan yang tetap dan pasti adalah Tuhan memberi berkat melalui berbagai peran dan tanggungjawab. Yang harus tetap diingat adalah pembangunan gedung gereja ini penting tetapi pembangunan manusia itu juga penting jadi fokusnya juga pada pembangunan sumber daya manusianya di tengah era disrupsi dan tantangan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Juga, faktor yang dibutuhkan adalah kerjasama. Maka seluruh elemen hendaknya bergandengan tangan bersama, hidup sesuai dengan Mazmur 133: persaudaraan yang rukun. Sebab ibarat pepata: bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Bahwa dalam pembangunan ini, ada tukang yang baik: tukang batu, tukang kayu, tukang besi tapi juga ada tukang yang buruk yaitu tukang baku malawang. Jangan gontak-gontakan melainkan sehati  dalam hidup bersama di jemaat.

Saat memberikan sambutannya, Penjabat Walikota menyampaikan tiga hal penting. Pertama, akta ini sebagai titik awal hubungan umat dengan Tuhan. Maka, Kedua, pembangunan ini harus dikerjakan secara bersama dan hidup dalam kerukunan. Dan, ketiga, diharapkan agar gereja ini dapat membrikan kontribusi bagi kehidupan yang harmoni dan bersinergi di tengah dunia dan khususnya di kota Ambon.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pelelangan yang dipimpin oleh Pdt. Roni Likumahwa dan mendapat respons positif dari para tamu undangan yang hadir.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin