SANTAPAN HARIAN KELUARGA, JUMAT, 13 SEPTEMBER 2024, EZRA 2 : 64 - 67, SEMUA TERPANGGIL UNTUK MELAKSANAKAN PELAYANANNYA
Berbagai Aktfitas Pembangunan : di Hohernaz (Kiri Atas), Menara Kasih (Kanan Atas), Elefantin (Kiri Bawah), dan pemindahan Sound Sistem dari Gereja Christy (Kanan Bawah)
#shkgpmedisi13september2024, EZRA 2 : 64 - 67, SEMUA TERPANGGIL UNTUK MELAKSANAKAN PELAYANANNYA
Kitab Ezra berisi informasi penting tentang sejarah bangsa Israel, yaitu sejarah terbentuknya komunitas Yahudi setelah pembuangan di Babel. Sebagai Imam dan pemimpin keagamaan, Ezra turut bertanggungjawab memulihkan dan membangun kembali kehidupan orang-orang Yahudi yang baru pulang dari pembuangan. Khusus bacaan hari ini, kita menemukan sejumlah data tentang realitas mereka yang kembali dari pembuangan. Umat Israel yang kembali itu ada 42.360 orang, para budak laki-laki dan perempuan berjumlah 7.337 orang, diantaranya termasuk 200 orang penyanyi laki-laki dan perempuan yang bukan umat Israel tetapi di sewa sebagai peratap pada saat ada yang meninggal atau sebagai penyanyi suku lewi. Sejumlah besar inilah yang tercatat sebagai orang-orang yang telah kembali dari pembuangan ke Yerusalem. Selain disebutkan juga bahwa mereka yang kembali itu memiliki 736 ekor kuda, 245 ekor bagal, 435 ekor unta dan 6.720 ekor keledai.
Data-data realitas orang Israel yang kembali dari pembuangan ke Yerusalem sebagaimana yang disebutkan ini bukan hanya soal angka-angka, melainkan hal ini hendak menegaskan bahwa umat Israel yang kembali dari pembuangan dan hendak membangun kehidupan komunitas mereka justru memiliki sumber daya atau potensi atau kelebihan yang sangat berperan penting dalam pengembangan pelayanan kehidupan keagamaan maupun kemasyarakatan. Mereka yang punya potensi diri dapat diberikan tanggungjawab agar bersama-sama membangun kembali Bait Allah yang tellah dihancurkan oleh Babel.
Maka realitas pendataan umat Allah setelah kembali dari bebal ini menginspirasi kita untuk menjadikan pendataan sumber daya sebagai sesuatu yang penting sebab dengan mendata setiap sumber daya, justru akan sangat membantu dalam melihat seberapa besar kekuatan dalam proses pembangunan atau pelayanan. Pendataan itu harus dilakukan dengan baik dan benar dan dikelola dengan benar dan jujur sebab langkkah seperti itu sangat membantu dan mendorong dalam tanggungjawab pelayanan secara bersama-sama. Untuk itu diperlukan juga saling mengakui dan menerima agar semua sumber daya dapat berdaya guna bagi pengembangan pelayanan. Ingat, Satu Tangan Tak Kuat Berjuang; Satu Mulut Tak Kuat Tabaos...... Tap, Bila Kita Semua Berjuang; BIla Kita Semua Taboas ..... Maka Hasil Pasti Besar, Orang Pasti Dengar...... Jadi, Mari Kita Semua Berjuang; Mari kita semua Tabaos. Demikianlah penggalan syair lagu Nyanyian Jemaat GPM 310 yang mengingatkan dan sekaligus mendorong kita untuk bersama-sama berdasarkan potensi diri yang ada pada kita, bertanggungjawab dalam pengembangan pelayanan. Mari kita melakukan.
Doa : Tuhan Yesus, pada kami ada potensi diri sebagai karunia dari-Mu. Mampukanlah kami untuk menyadari dan melakukan berbagai peran secara bertanggungjawab. Amin.
