SANTAPAN HARIAN KELUARGA, SELASA, 02 OKOTBER 2024, 2 Tawarikh 34 : 22 - 28, Bangkit dan Berjuang dengan Sepenuh Hati

ADOLOF FARIMAN Berita Sumber Kasih 02 Oktober 2024 685 kali SANTAPAN HARIAN KELUARGA, SELASA, 02 OKOTBER 2024, 2 Tawarikh 34 : 22 - 28, Bangkit dan Berjuang dengan Sepenuh Hati

#shkedisi02oktober2024,

Warisan adalah sesuatu yang diluar kuasa kita untuk mengaturnya. Kita memang harus menampung atau menanggungnya. Dengan kalimat lain, kita  mewarisinya saja. Warisan yang baik, misalnya nama baik keluarga, harta warisan, benih unggul dari orangtua, kemerdekaan, tentunya membuat kita senang dan bersyukur. Sebaliknya, jika warisan itu adalah hal-hal yang buruk. Warisan genetik yang kurang baik, kemiskinan, penyakit turunan, atau kondisi bangsa yang terjajah dan generasi pendahulu kalah perang, dosa serta kejahatan orangtua di masa lalu, tentunya hal itu menjadi sesuatu yang membebani.

Kesadaran akan akibat dari warisan yang buruk ketika mendengarkan sebagian kitab Taurat, itulah yang membuat Raja Yosia untuk meminta petunjuk seorang nabiah tentang apa maksud Tuhan. Ternyata, hukuman akan menimpa mereka karena perbuatan para pendahulu. Tetapi penyesalan dan kerendahan hati yang ditunjukan Raja setelah mendengar petunjuk nabiah, membuat mereka terluput dari segala malapetaka.

Yosia sadar bahwa ia butuh orang lain untuk membantu mengerti apa yang dimaksudkan oleh kitab Taurat. Ia tidak bisa sendiri, dengan pengertiannya yang bisa saja terbatas, memahami maksud Tuhan. Baginya ada orang yang lebih berkompeten untuk itu. Maka melalui utusannya, ia meminta petunjuk Hulda. Ini juga menandakan bahwa sehebat apapun kita, pikiran, nasehat orang lain khususnya orang yang berkompeten tetap kita butuhkan.

Hulda pun sadar akan tanggungjawabnya didalam memberikan pengertian tentang maksud kitab Taurat. Ia mengungkapkan kebenaran yang terkandung di dalamnya, walaupun kebenaran itu kedengarannya tidak baik tetapi kebenaran tetaplah kebenaran yang harus disampaikan sehingga justru itu membantu Yosia untuk mengambil langkah-langkah kongkrit bagi perbaikan hidup. Maka penting sekali bagi kita yang tahu akan apa yang benar untuk mengatakannya, menyatakannya karena justru itu akan sangat membantu orang lain untuk memperoleh berkat kehidupan dan keselamatan.

Maka ketika masa lalu meninggalkan jejak-jejak yang tidak menguntungkan untuk diwarisi, kita diingatkan untuk tidak berteriak menyalahkan para pendahulu atau menangisi keadaan atas sesuatu yang diwariskan. Tidak pula tergoda membesarkan sakit hati. Kita semua bisa berperan untuk mengubah masa depan dengan bawalah hati kepada Tuhan dan duduk di hadapan hadirat-Nya, supaya keadaan masa lalu menjadi inspirasi dan  motivasi serta menjadi pintu masuk untuk berkat bagi kita hari ini dan hari esok.

Doa : Tuhan mampukan kami untuk selalu membawa hati dan duduk di hadapan hadiratMu. Amin.