SANTAPAN HARIAN KELUARGA, SELASA, 24 September 2024, Lukas 10 : 1 - 12, Membawa Damai Sejahtera
#shkgpmedisi24september2024,
Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi Laki-laki GPM sebab sejak dilembagakan, Wadah Pelayanan yang menghimpun seluruh Laki-laki Gereja di lingkup Gereja Protestan maluku terus bermisi: memberitakan injil, bersaksi dan melayani keluarga, gereja dan masyarakat hingga usia ke-38 tahun. Momentum ini patut disyukuri sebab semua hanya oleh pertolongan dan penyertaan Tuhan. Hingga usia 38 tahun ini, laki-laki gereja masih bergumul dengan berbagai persoalan yang sangat kompleks. Untuk itu, melalui tema HUT “Pergilah Aku Mengutus Kamu Menyampaikan Damai Sejahtera” berdasarkan Lukas 10:1-12. Beberapa pikiran penting yang dapat dikemukakan berdasarkan nats ini untuk direnungkan yakni bahwa tema ini bersifat perintah. Perintah untuk apa? Perintah untuk keluar atau move on dari zona nyaman dan berjumpalah dengan semua orang serta sampaikanlah, beritakanlah, hadirkanlah damai sejahtera. Mereka adalah para murid yang walaupun tidak senantiasa berada dekat dengan Yesus sama seperti 12 murid tetapi mereka adalah orang-orang yang selalu mengikutiNya, menyimak ajaranNya, menyaksikan mujizat-mujizat yang dibuatNya dan percaya kepadaNya. Mereka itulah yang diperintahkan Yesus untuk keluar dari zona nyaman: duduk, dengar, lihat dan percaya menuju kepada zona yang beresiko yang disybolkan dengan tempat dimana serigala ada, yang penuh tantangan dan kemungkinan tidak diterima. Mereka akan melakukan perintah itu berdua-dua dengan tujuan agar saling menguatkan dan membesarkan hati. Mereka juga akan berangkat dengan doa dan dilarang untuk membawa apapun yang dapat menghalangi mereka karena mereka harus bergerak dengan cepat dan tangkas bahkan mereka juga tidak boleh memberi salam kepada siapapun saat dalam perjalanan agar tidak banyak bercakap-cakap dan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang bukan tujuan utama. Mereka harus fokus dan berdampak. Ketika mereka sampai di setiap rumah, sampaikanlah damai sejahetra bagi orang-orang yang ditemui di dalam rumah. Ketika masuk sebuah kota dan disambut dengan baik, makan apa yang dihidangkan, sembuhkan orang-orang sakit dan sampaikanlah kepada mereka bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Artinya bahwa saat berjumpa, selain berkata-kata, mereka harus juga memberi jawaban praktis, yaitu menciptakan suasana keakraban dan mengupayakan kesembuhan bagi yang sakit serta sampaikan bahwa tindakan penyelamatan Allah telah dekat kepada mereka.
Itu artinya bahwa, bersama Laki-laki gereja, perayaan HUT ini adalah momentum perenungan yang mendalam dan komprehensif tentang keberadaan laki-laki gereja dan sekaligus perenungan tentang peran mereka sebagai orang-orang yang juga diperintahkan Tuhan Yesus sebagai pembawa damai sejahetra. Maka semua orang (termasuk laki-laki) harus keluar dari zona nyaman, berani ambil resiko, tidak hanya berkata-kata tetapi bertindak secara nyata dengan semua unsur serta mengandalkan Tuhan Yesus dalam menghadirkan damai sejahtera sebab bersama dengan laki-laki gereja, kita diutus untuk membawa berita damai sejahtera bagi sesama (Band.Ay.5). Damai sejahtera yang dimaksudkan adalah membangun relasi dan hidup bersama dengan orang lain (ay.5-8) menyembuhkan orang sakit (ay.9), bekerja bersama dalam pelayanan (ay.1) dan tidak menaruh perhatian pada hal-hal duniawi (ay.4).
Tuhan memberkati kita dan Khususnya Laki-laki Gereja di usia ke-38 Wadah Pelayanan Laki-laki. Dirgahay Laki-laki GPM. Pergilah, Aku Mengutus Kamu Menyampaikan Damai Sejahtera.
Doa : Syukur kepadaMu Tuhan, karena Engkau percayakan kami menyampaikan damai sejahtera. Tolong Kami dengan Roh KudusMu untuk melakukannya. Amin.
