SANTAPAN HARIAN KELUARGA, SENIN, 26 AGUSTUS 2024 : KEJADIAN 9 : 18 - 29, "BIJAK BERTINDAK"
#shkgpmedisi26agustus 2024 : Kejadian 9 : 18 - 29 - Bijak Bertindak
Masing-masing orang punya kisahnya sendiri: mereka
bertanggungjawab dan membuat kisahnya sendiri. Kitab Kejadian yang dibaca hari
ini menceritakan tentang kisah Nuh bersama dengan keluarganya sebelum Nuh mati.
Bahwa diawal kisah hidupnya, Nuh dikenal sebagai orang benar dan hidup bergaul
dengan Allah. Namun cara hidup itu menjadi berubah ketika Nuh hanya fokus untuk
menikmati hidupnya, kerja dan yang dapat dihasilkannya melalui usaha dan
kerjanya. Hidup yang hanya fokus untuk menikmati sendiri hasil usaha dan kerja
tidak akan mendatangkan kebahagiaan. Bencana kemudian harus dialami Nuh ketika anggur
yang dia tanamnya dinikmatinya. Hal itu kemudian
menjadi awal sebuah bencana lain di dalam hidupnya dan dalam hidup rumah
tangganya. Ia mabuk oleh anggur hasil panennya sendiri dan terbaring telanjang
di dalam kemahnya. Kejatuhan Nuh ternyata membuat orang lain tersandung juga.
Ham, anaknya yang melihat ayahnya dalam kondisi mabuk dan telanjang, tidak
dapat menahan diri untuk menceritakan hal itu kepada kedua saudaranya yang
lain, yaitu Sem dan Yafet, menjadi gambaran bahwa Nuh gagal dalam mendidik anak
dalam keluarganya.
Berbeda dengan Ham, Sem dan Yafet berusaha menutup aurat
ayahnya dengan tidak melihatnya. Bagi Nuh, tindakan Ham merupakan suatu
kesalahan yang besar. Ia sama sekali tidak berupaya melindungi martabat
ayahnya, melainkan menceritakan hal itu kepada orang lain.
Demikian juga dengan cara hidup keluarga-keluarga kristen
masa kini dimana orangtua lebih fokus pada kerja dan penikmat hasil kerja dan abaikan
tanggungjawab untuk membina anak-anak dalam keluarga. Abaikan tanggungjawab
membina sama artinya dengan mengabaikan perintah Tuhan. Akibatnya. Lahirlah generasi-genarasi
yang tidak menghormati Tuhan dan menghargai sesama. Lihatlah perilaku generasi
masa kini dimana yang tidak menghargai orang lain dalam hal menceritakan
kesalahan bahkan masalah orang lain di publik. Perilaku seperti ini telah menjadi
trend yang tidak bisa dihilangkan. Bahkan
bukan hanya dari orang ke orang, tetapi juga disampaikan di dunia maya. Hal ini
bukanlah etika yang baik.
Kita bertanggungjawab dalam menulis kisah hidup kita hari ini dan kelak. Maka bijak dalam bertindak. Apapun kerja kita, jangan
fokus menjadi penikmat hasil tetapi fokuslah pada proses yaitu pada proses
pembinaan dalam keluarga kita. Kita
harus bijak ajarkan kepada anak-anak kita, agar mereka memiliki sikap yang baik ketika
melihat orang lain melakukan kesalahan. Mulailah hari ini. Tuhan Yesus
memberkati.
Doa : Tuhan Yesus,
tolong agar saya menjadi orang yang berhikmat dalam hidup hari ini.
