SANTAPAN HARIAN KELUARGA, Sabtu, 25 Januari 2025, Kolose 3 : 23 - 24, Melayani dengan Segenap Hati

ADOLOF FARIMAN Renungan Harian 25 Januari 2025 6088 kali SANTAPAN HARIAN KELUARGA, Sabtu, 25 Januari 2025, Kolose 3 : 23 - 24, Melayani dengan Segenap Hati

#shkgpmedisi25januari2025,

Walau banyak orang yang tidak ingin melayani tetapi mereka telah menjadi pelayan tatkala mereka mengerjakan sesuatu pekerjaan sebab melayani berarti membantu orang lain atau memberikan diri untuk menolong mereka. Dan melayani dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya membantu menyiapkan kebutuhan orang lain, menghibur yang berduka dan merawat orang tua atau orang yang sakit serta mendoakan orang lain  dan yang lainnya. Semua itu biasanya kita lakukan. Maka penting sekali bagi kita adalah bagaimana kita melakukannya.

Yang harus kita lakukan adalah tugas pekerjaan ataupun pelayanan kita lakukan hendaknya kita lakukan dengan segenap hati dan jangan setengah hati. Tentunya  semua itu akan berdampak kepada hasil dari apa yang kita lakukan. Dan biasanya hasil tidak dapat menyangkali proses. Artinya, ketika proses yang kita lakukan dengan segenap hati, setulus hati maka hasilnya pasti akan baik dan bermanfaat bagi banyak orang serta untuk hormat dan kepujian nama Tuhan. Sebaliknya kalau proses kita lakukan dengan setengah hati dan tidak tulus maka hasilnya pun juga setengah-setengah dan hanya untuk kepentingan diri serta keangkuhan diri.

Paulus dalam bacaan hari ini menasehati jemaat di Kolose. Ada 3 hal yang Paulus sampaikan: 

Yang pertama, perbuatan kita tidak ditentukan oleh jabatan yang kita miliki. Berbuat baik dan memuliakan Tuhan tidak ditentukan oleh posisi dan jabatan kita. Dengan kata-kata “apapun juga yang kamu perbuat”, rasul Paulus menempatkan tekanan bukan kepada kedudukan atau status sosial, bukan pula pada sifat pekerjaan, melainkan pada orang yang melakukan pekerjaan tersebut.

Yang kedua, apapun yang diperbuat, perbuatlah dengan segenap hati. Istilah “dengan segenap hati” berarti  bersungguh-sungguh dan tanpa pamrih dalam melakukan suatu pekerjaan dan pelayanan. 

Dan yang ketiga, melakukan kebaikan seperti untuk Tuhan  dan bukan untuk manusia. Ini adalah ajakan yang benar untuk bersungguh-sungguh, yang menuntut keikhlasan. Pekerjaan yang dianggap rendah sekalipun oleh manusia, akan berharga sangat tinggi untuk Tuhan, jika kita melakukannya untuk Tuhan disertai dengan ucapan syukur (ay.23).

Ini adalah etika kerja kristiani yang disampaikan oleh Paulus. Bahwa ketaatan, ketulusan dan kesungguhan menjadi bagian penting dengan motivasi memberikan hasil karya terbaik untuk menyenangkan Tuhan. Karena Tuhan menyediakan upah atau ganjaran tanpa memandang muka (ay. 24).

Nasehat Paulus ini menjadi motivasi bagi kita agar semua yang dikerjakan dalam pelayanan hendaknya dilakukan dengan segenap hati untuk kepujian nama Tuhan. Kalau yang kita lakukan dan kerjakan bukan untuk kemanusiaan kita yakni sebagai pencitraan diri maka kerja kita itu akan berkenaan bagi Tuhan. Da, itu berarti bahwa kita akan melakukannya dengan segenap dan setulus hati, sebab Tuhan akan melihat hati kita dan bukan penampilan sebagai upaya pencitraan.

Hal ini hendaknya menjadi teladan bagi kita sekeluarga untuk menjadi anak-anak Tuhan dalam melakukan semua tugas pekerjaan, pelayanan dan pendidikan dengan sungguh-sungguh dan segenap hati demi kepujian nama Tuhan. Karena itu, berdoalah untuk apa yang kita kerjakan dan kerjakanlah apa yang telah kita doakan. 

Doa : Tuhan Yesus, mampukan kami untuk melayani dengan segenap hati demi kemuliaan NamaMu. Amin.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin